Hadiri Upacara Hari Santri 2026, Ketua LDII Klaten Tekankan Budi Luhur
2 mins read

Hadiri Upacara Hari Santri 2026, Ketua LDII Klaten Tekankan Budi Luhur

KLATEN – Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Klaten, H. Sigit Winoto, M.Pd., MTA, menekankan pentingnya budi luhur dan akhlakul karimah bagi santri dan generasi muda. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Klaten, Kamis (22/10/2026).

Apel dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, dan diikuti ribuan peserta dari kalangan santri, siswa madrasah, serta berbagai elemen masyarakat. Hadir pula unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Kementerian Agama, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan, termasuk LDII, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, dan FKUB.

Dalam sambutannya, Mahanni Yulindha Pratiwi berharap santri mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat. Santri diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat, akhlak mulia, serta menguasai teknologi untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ketua DPD LDII Klaten, H. Sigit Winoto, berharap santri dan pendekar PERSINAS ASAD terus meningkatkan budi luhur serta mengamalkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui perilaku santun, sikap saling menghormati, serta semangat menjaga kerukunan.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, H. Agus Sunardo, S.T., yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Uluum Klaten, hadir bersama puluhan pesilat PERSINAS ASAD. Mereka turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional melalui penampilan jurus Tepak Tiga.

Penampilan tersebut menjadi bentuk partisipasi PERSINAS ASAD dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus mendukung pembinaan karakter generasi muda.

Agus Sunardo berharap santri yang juga menekuni pencak silat dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki fisik yang kuat. Pembinaan ilmu agama perlu berjalan seiring dengan pendidikan karakter dan kesehatan jasmani agar santri siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi agama, sosial, dan teknologi. LDII Klaten berharap santri dan pendekar PERSINAS ASAD mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Semangat “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas” diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar, memperkuat karakter, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. (Rizal PM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *