Padmono Hadi Tegas: Pengurus LDII Harus Aktif, Bukan Sekadar Nama di SK
Klaten – Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Klaten menggelar sarasehan dan koordinasi yang melibatkan jajaran pimpinan cabang (PC) dan pimpinan anak cabang (PAC) di Masjid Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Minggu (3/5).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi organisasi, menyatukan persepsi, serta meningkatkan efektivitas program kerja LDII di tingkat akar rumput. Hadir dalam kegiatan ini Dewan Penasehat (Wanhat) DPD, pengurus DPD, pembina PC, pengurus harian PC, Komunikasi Informasi Media (KIM) PC, pembina PAC, hingga para ketua PAC.
Peserta yang hadir merupakan pengurus LDII dari berbagai PC di wilayah Kabupaten Klaten, antara lain Kecamatan Ceper, Pedan, Trucuk, Karangdowo, Juwiring, Wonosari, Polanharjo, hingga Delanggu.
Wakil Sekretaris DPD LDII Klaten, Ir. H. Handoyono, dalam paparannya menyampaikan materi bertajuk “Konsolidasi Organisasi April 2026” yang mencakup lingkungan strategis, instruksi khusus, keorganisasian, serta kinerja organisasi. Ia juga memaparkan hasil Musyawarah Nasional X LDII yang diselenggarakan pada 7–9 April 2026.
Pada bagian lingkungan strategis, Handoyono menjelaskan dinamika global, termasuk isu “perang teluk” yang dinilai berkaitan dengan kepentingan penguasaan sumber daya dan jalur ekonomi dunia. Menurutnya, dampak kondisi tersebut dapat dirasakan masyarakat, seperti potensi kenaikan harga BBM, pembatasan energi, hingga pengaruh terhadap arus ekonomi daerah.
Ia menekankan pentingnya kesiapan warga dalam menyikapi perubahan global dengan menerapkan pola hidup hemat dan efisien, meningkatkan etos kerja, serta bijak dalam penggunaan energi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, H. Padmono Hadi, menyampaikan bahwa sarasehan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal sekaligus mempererat komunikasi antarstruktur organisasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus PC dan PAC dapat menyamakan langkah dalam menjalankan program dakwah dan pembinaan umat secara terarah dan berkesinambungan,” ujarnya.
Padmono juga menegaskan pentingnya tanggung jawab bagi setiap pengurus yang telah ditunjuk dalam struktur organisasi. Menurutnya, pengurus tidak hanya tercantum dalam surat keputusan, tetapi harus aktif menjalankan peran di lapangan.
“Melalui sarasehan ini, para pengurus dapat menyampaikan kendala yang dihadapi sehingga dapat ditemukan solusi optimal bagi organisasi, baik di tingkat PAC, PC, maupun DPD,” tegasnya.
Selain sebagai ajang koordinasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat peran KIM dalam publikasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat. KIM DPD LDII Klaten, Taufik Fatoni, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini memasuki era media baru (new media) yang ditandai dengan keterbukaan informasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan.
Menurutnya, optimalisasi media digital menjadi penting mengingat banyaknya kegiatan LDII di Klaten. “Pemanfaatan gawai dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Jika dahulu dakwah dilakukan secara langsung di masjid, kini dapat dilakukan melalui media digital hanya dengan perangkat ponsel,” ujarnya.
Kegiatan sarasehan dan koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan peran aktif seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja LDII secara berkelanjutan. (Lines Klaten)
