LDII Bersama Muspika Ngawen Berbagi Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Klaten (4/1/2026) — Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa pada Minggu (4/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Fatah, Dukuh Gaten, Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten.
Acara ini dihadiri oleh warga LDII Kecamatan Ngawen serta jajaran Muspika Kecamatan Ngawen, di antaranya Camat Ngawen, perwakilan Polsubsektor Ngawen, tokoh masyarakat, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngawen. Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menebar kebahagiaan serta memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan ini, PC LDII Kecamatan Ngawen bersama jajaran Muspika menyalurkan santunan kepada 31 warga dhuafa dan 2 anak yatim. Ketua PC LDII Kecamatan Ngawen, Edi Mustofa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara warga LDII dengan pejabat pemerintahan setempat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin komunikasi dan sinergi yang lebih baik antara warga LDII dan Muspika, sehingga masyarakat dapat mengenal lebih dekat para pejabat pemerintahan di wilayahnya,” ujar Edi Mustofa.
Pada kesempatan tersebut, Edi Mustofa juga memaparkan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, meliputi penguatan nilai-nilai Pancasila dalam bidang kebangsaan, dakwah dengan mencetak dai dan daiyah, pendidikan melalui pendirian sekolah formal dan pondok pesantren, pengembangan ekonomi syariah melalui BMT dan usaha bersama, kesehatan herbal dengan menanam apotek hidup, ketahanan pangan dan lingkungan, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan energi terbarukan seperti sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pondok pesantren.
Selain itu, ia turut menyampaikan sejumlah program LDII Kecamatan Ngwen, antara lain pembinaan generasi penerus agar lahir generasi berakhlakul karimah, alim, faqih, dan mandiri; kontribusi dalam pembangunan daerah di bidang pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta ekonomi umat; sinergi dengan pemerintah untuk menjaga kerukunan dan keamanan; serta inovasi program berbasis digital guna menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0.
Sementara itu, Camat Ngawen Poniran dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Allah (habluminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas). Menurutnya, sedekah kepada sesama yang membutuhkan merupakan sarana untuk meningkatkan kepedulian dan kerukunan sosial.
“Kegiatan berbagi seperti ini sangat baik untuk mempererat kebersamaan. Di Kecamatan Ngawen sendiri, setiap bulan juga rutin dilaksanakan santunan bagi anak yatim piatu,” ungkapnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan tri kerukunan umat beragama, yaitu saling menjaga toleransi, menghindari konflik bernuansa SARA, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan pemerintah.
Sebagai penutup sambutannya, Poniran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mewujudkan kondisi yang rukun, kompak, dan bersatu demi terwujudnya Kabupaten Klaten yang sejahtera.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Polsubsektor Ngawen, Iptu Sumadi, menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk meningkatkan keamanan lingkungan, khususnya dalam menjaga pergaulan generasi penerus agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.
Iptu Sumadi juga menekankan pentingnya menjaga salat sebagai tiang agama, gemar bersedekah, serta menghormati dan memohon doa restu orang tua, khususnya ibu. Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga toleransi antarumat beragama, memperkuat iman dan takwa, serta mampu mengelola emosi agar tidak mudah terpancing dalam kondisi apa pun.
Kegiatan santunan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Ngawen, Muh. Sofyan Tsauri, sebagai harapan agar kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. (Cahyana/Rizal PM)
